Pemprov & BRMP Gorontalo Bahas Keberlanjutan eks Geltek PENAS XVII Jadi Gorontalo Integrated Farming
GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo mulai mempersiapkan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan kawasan Gelar Teknologi (Geltek) Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., di Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo, Senin (29/6), dibahas konsep pengembangan kawasan menjadi Gorontalo Integrated Farming (GIF), yaitu kawasan yang mengintegrasikan fungsi pembelajaran, diseminasi inovasi, agrowisata, serta pengembangan usaha berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan secara berkelanjutan.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Muljady D. Mario, M.Si., Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ir. Ramdhan Pade, M.Si., serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Aryanto Husain, M.MP. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun pola pengelolaan kawasan secara terpadu agar berbagai inovasi yang telah dibangun selama PENAS XVII tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut disepakati bahwa pengelolaan kawasan harus diawali dengan kesepakatan bersama antara pemerintah dan pemilik lahan. Kesepakatan tersebut akan mengatur pola kerja sama, pembagian manfaat, serta mekanisme pemanfaatan kawasan sehingga pengelolaan Gorontalo Integrated Farming dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Sebagai bagian dari pengembangannya, kerja sama dengan kelompok tani akan diperkuat untuk mendukung kegiatan diseminasi dan sosialisasi inovasi pertanian. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi lokasi demonstrasi teknologi, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran, praktik budidaya modern, pengembangan agribisnis, serta destinasi agrowisata edukatif yang dapat dimanfaatkan oleh petani, penyuluh, pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
Selain itu, akan disusun konsep dan panduan kunjungan ke kawasan Gorontalo Integrated Farming sebagai acuan dalam pengelolaan kawasan dan pelayanan kepada pengunjung. Pedoman tersebut diharapkan mampu mendukung fungsi kawasan sebagai pusat pembelajaran dan diseminasi inovasi pertanian sekaligus memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat yang berkunjung.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah menyiapkan Surat Keputusan Gubernur sebagai dasar hukum pengelolaan Gorontalo Integrated Farming. Dengan adanya regulasi tersebut, kawasan eks Gelar Teknologi PENAS XVII diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat inovasi, pembelajaran, dan pengembangan pertanian terpadu yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Provinsi Gorontalo.